Ada ungkapan yang berbunyi: “Remaja itu penerus dan pewaris bangsa.” Maksudnya, Remaja itulah di kemudian hari yang akan menggantikan para pemimpin bangsa yang sekarang sedang memegang kekuasaan dan Remaja itu pulalah yang akan meneruskan perjuangan dan cita-cita bangsanya, serta yang mewarisi apa saja yang sekarang telah dicapai oleh bangsanya. Maka itu ada ungkapan lagi: “Keadaan Remaja saat ini melambangkan keadaan masa depan bangsanya.” Sebab, memang keadaan Remaja pada saat ini akan menggambarkan keadaan dan corak kehidupan bangsanya di masa depan. Dari kenyataan bahwa remaja itu sebagai “penerus dan pewaris” bangsa, jelas sekali bahwa Remaja benar-benar menjadi tumpuan harapan bangsa pada umumnya dan orangtua (keluarga) pada khususnya untuk menciptakan keadaan kehidupan yang lebih indah dan lebih tenteram daripada sekarang ini. Singkatnya, Remaja yang menjadi harapan para orangtua adalah Remaja yang saleh atau salehah.
Namun fakta menunjukkan bahwa untuk mewujudkan harapan yang demikian itu banyak sekali tantangannya seperti di bidang Napza, pergaulan, kemewahan, pornografi.
Di bidang Napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya), banyak Remaja yang telah digerogotinya. faktor yang menyebabakan Remaja “rentan” terjerumus dalam kasus Nafza yaitu: 1) Keadaan keluarga yang tidak harmonis, 2) Pengamalan ajaran agama yang buruk dalam lingkungan keluarga, dan 3) Orangtua dalam mendidik anak menggunakan cara otoriter.
setiap malam Minggu didatangi banyak Remaja berpasangan, yang kemudian mereka menyewa kamar-kamar di situ. Di Bandung ada beberapa pasangan Remaja itu trek-trekan di kamar setelah melakukan trek-trekan sepeda motor di jalan. Ada pula yang mengadakan hubungan seksual sebelum menikah sudah menjadi gaya yang ngetrend di kalangan Remaja. Memang tampaknya di zaman sekarang hamil sebelum nikah atau melakukan hubungan seksual tanpa nikah dinilai wajar dan lumrah, tidak perlu membuat malu.
Di bidang kemewahan, sekarang banyak Remaja bergaya hidup mewah. Sekolah di tingkat SLTP yang sebenarnya belum berhak naik sepeda motor sudah menggunakan sepeda motor. Bahkan di tingkat SLTA ada yang membawa mobil. Di pedesaan, banyak Remaja yang tidak mau lagi belajar bekerja di sawah seperti mencangkul, membajak, ataupun menuai padi (derep) atau menjadi kuli. Mereka lebih senang obyak-ubyuk daripada belajar bekerja. Dalam jiwanya tumbuh rasa malu untuk bekerja di sawah atau menjadi kuli.
Di bidang pornografi, sekarang buku dan majalah porno, serta VCD porno telah merajalela sampai di desa-desa. Saat ini Remaja gampang sekali menonton atau membaca barang-barang porno. Pun pula akibat dari menonton dan membaca barang-barang porno itu dapat kita temui di media cetak dan elektronik. Di kedua media itu sering diberitakan Remaja yang memperkosa anak di bawah umur atau teman sepermainan akibat terpengaruh menonton atau membaca barang-barang porno itu. Atau Remaja sudah biasa melakukan hubungan seksual dengan temannya ataupun dengan PSK karena terkena pengaruh pornografi.
Bagi Remaja yang tidak kuat menghadapi tantangan seperti di atas, akibatnya memang dahsyat sekali. Yaitu menimbulkan dalam jiwa mereka perilaku kriminal seperti merampok, menodong, menarget, mencuri, curanmor, atau tawuran.
Namun fakta menunjukkan bahwa untuk mewujudkan harapan yang demikian itu banyak sekali tantangannya seperti di bidang Napza, pergaulan, kemewahan, pornografi.
Di bidang Napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya), banyak Remaja yang telah digerogotinya. faktor yang menyebabakan Remaja “rentan” terjerumus dalam kasus Nafza yaitu: 1) Keadaan keluarga yang tidak harmonis, 2) Pengamalan ajaran agama yang buruk dalam lingkungan keluarga, dan 3) Orangtua dalam mendidik anak menggunakan cara otoriter.
setiap malam Minggu didatangi banyak Remaja berpasangan, yang kemudian mereka menyewa kamar-kamar di situ. Di Bandung ada beberapa pasangan Remaja itu trek-trekan di kamar setelah melakukan trek-trekan sepeda motor di jalan. Ada pula yang mengadakan hubungan seksual sebelum menikah sudah menjadi gaya yang ngetrend di kalangan Remaja. Memang tampaknya di zaman sekarang hamil sebelum nikah atau melakukan hubungan seksual tanpa nikah dinilai wajar dan lumrah, tidak perlu membuat malu.
Di bidang kemewahan, sekarang banyak Remaja bergaya hidup mewah. Sekolah di tingkat SLTP yang sebenarnya belum berhak naik sepeda motor sudah menggunakan sepeda motor. Bahkan di tingkat SLTA ada yang membawa mobil. Di pedesaan, banyak Remaja yang tidak mau lagi belajar bekerja di sawah seperti mencangkul, membajak, ataupun menuai padi (derep) atau menjadi kuli. Mereka lebih senang obyak-ubyuk daripada belajar bekerja. Dalam jiwanya tumbuh rasa malu untuk bekerja di sawah atau menjadi kuli.
Di bidang pornografi, sekarang buku dan majalah porno, serta VCD porno telah merajalela sampai di desa-desa. Saat ini Remaja gampang sekali menonton atau membaca barang-barang porno. Pun pula akibat dari menonton dan membaca barang-barang porno itu dapat kita temui di media cetak dan elektronik. Di kedua media itu sering diberitakan Remaja yang memperkosa anak di bawah umur atau teman sepermainan akibat terpengaruh menonton atau membaca barang-barang porno itu. Atau Remaja sudah biasa melakukan hubungan seksual dengan temannya ataupun dengan PSK karena terkena pengaruh pornografi.
Bagi Remaja yang tidak kuat menghadapi tantangan seperti di atas, akibatnya memang dahsyat sekali. Yaitu menimbulkan dalam jiwa mereka perilaku kriminal seperti merampok, menodong, menarget, mencuri, curanmor, atau tawuran.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar