Rabu, 20 Mei 2009

Reportase Kenakalan Anak Remaja

Ada ungkapan yang berbunyi: “Remaja itu penerus dan pewaris bangsa.” Maksudnya, Remaja itulah di kemudian hari yang akan menggantikan para pemimpin bangsa yang sekarang sedang memegang kekuasaan dan Remaja itu pulalah yang akan meneruskan perjuangan dan cita-cita bangsanya, serta yang mewarisi apa saja yang sekarang telah dicapai oleh bangsanya. Maka itu ada ungkapan lagi: “Keadaan Remaja saat ini melambangkan keadaan masa depan bangsanya.” Sebab, memang keadaan Remaja pada saat ini akan menggambarkan keadaan dan corak kehidupan bangsanya di masa depan. Dari kenyataan bahwa remaja itu sebagai “penerus dan pewaris” bangsa, jelas sekali bahwa Remaja benar-benar menjadi tumpuan harapan bangsa pada umumnya dan orangtua (keluarga) pada khususnya untuk menciptakan keadaan kehidupan yang lebih indah dan lebih tenteram daripada sekarang ini. Singkatnya, Remaja yang menjadi harapan para orangtua adalah Remaja yang saleh atau salehah.
Namun fakta menunjukkan bahwa untuk mewujudkan harapan yang demikian itu banyak sekali tantangannya seperti di bidang Napza, pergaulan, kemewahan, pornografi.
Di bidang Napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya), banyak Remaja yang telah digerogotinya. faktor yang menyebabakan Remaja “rentan” terjerumus dalam kasus Nafza yaitu: 1) Keadaan keluarga yang tidak harmonis, 2) Pengamalan ajaran agama yang buruk dalam lingkungan keluarga, dan 3) Orangtua dalam mendidik anak menggunakan cara otoriter.
setiap malam Minggu didatangi banyak Remaja berpasangan, yang kemudian mereka menyewa kamar-kamar di situ. Di Bandung ada beberapa pasangan Remaja itu trek-trekan di kamar setelah melakukan trek-trekan sepeda motor di jalan. Ada pula yang mengadakan hubungan seksual sebelum menikah sudah menjadi gaya yang ngetrend di kalangan Remaja. Memang tampaknya di zaman sekarang hamil sebelum nikah atau melakukan hubungan seksual tanpa nikah dinilai wajar dan lumrah, tidak perlu membuat malu.
Di bidang kemewahan, sekarang banyak Remaja bergaya hidup mewah. Sekolah di tingkat SLTP yang sebenarnya belum berhak naik sepeda motor sudah menggunakan sepeda motor. Bahkan di tingkat SLTA ada yang membawa mobil. Di pedesaan, banyak Remaja yang tidak mau lagi belajar bekerja di sawah seperti mencangkul, membajak, ataupun menuai padi (derep) atau menjadi kuli. Mereka lebih senang obyak-ubyuk daripada belajar bekerja. Dalam jiwanya tumbuh rasa malu untuk bekerja di sawah atau menjadi kuli.
Di bidang pornografi, sekarang buku dan majalah porno, serta VCD porno telah merajalela sampai di desa-desa. Saat ini Remaja gampang sekali menonton atau membaca barang-barang porno. Pun pula akibat dari menonton dan membaca barang-barang porno itu dapat kita temui di media cetak dan elektronik. Di kedua media itu sering diberitakan Remaja yang memperkosa anak di bawah umur atau teman sepermainan akibat terpengaruh menonton atau membaca barang-barang porno itu. Atau Remaja sudah biasa melakukan hubungan seksual dengan temannya ataupun dengan PSK karena terkena pengaruh pornografi.
Bagi Remaja yang tidak kuat menghadapi tantangan seperti di atas, akibatnya memang dahsyat sekali. Yaitu menimbulkan dalam jiwa mereka perilaku kriminal seperti merampok, menodong, menarget, mencuri, curanmor, atau tawuran.

Selasa, 24 Maret 2009

Tanggapan Undang-Undang ITE

Setelah saya membaca beberapa pasal yang ada dalam UU ITE, Saya kurang setuju dengan Pasal 30 dan 31 yang intinya melarang setiap orang untuk melakukan infiltrasi ke Sistem Elektronik milik orang lain, kecuali atas dasar permintaan institusi penegak hukum. Ini berarti semua orang yang melakukan tindakan melawan hukum menggunakan Sistem Elektronik dapat dengan aman menyimpan semua informasi yang dimilikinya selama tidak diketahui oleh penegak hukum, yang mana ini mudah dilakukan, karena orang lain tidak diperbolehkan mengakses Sistem Elektronik miliknya dan dengan demikian tidak dapat memperoleh bukti-bukti awal yang dibutuhkan untuk melakukan pengaduan. Selain itu, apakah penyusun pasal-pasal ini tidak memahami konsep “untuk menangkap maling harus belajar mencuri”? Apabila semua kegiatan explorasi keamanan Sistem Elektronik dihambat seperti ini, pada saatnya nanti terjadi peperangan teknologi informasi,bagaimana kita bisa menang kalau tidak ada yang ahli di bidang ini?
Hal ini menurut saya juga sangat diperlukan oleh para pemakai keamanan sistem elektronik, karena dengan adanya orang yang mencoba meng-explorasi keamanan sistem kita maka kita bisa tahu seberapa tanggung sistem keamanan yang kita pakai.

UU ITE ini jelas merupakan ancaman serius bagi bloger Indonesia, setidaknya ada 3 ancaman potensial yang akan menimpa bloger Indonesia, yaitu ancaman pelanggaran kesusilaan (pasal 27 ayat 1), penghinaan dan/atau pencemaran nama baik (pasal 27 ayat 3), dan penyebaran kebencian berdasarkan SARA (Pasal 28 ayat 2). Ancaman pidana untuk ketiganya pun tak main-main penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak 1 milyar rupiah. Dalam konteks pidana, ketiga delik ini masuk dalam kategori delik formil, artinya tidak perlu dibuktikan akan adanya akibat dianggap sudah sempurna perbuatan pidananya. Ketentuan delik formil ini, di masa lalu sering digunakan untuk menjerat pernyataan-pernyataan yang bersifat kritik.

Pasal 27 ayat (1) dan ayat (3) memiliki tiga unsur yang sama yaitu (1) unsur setiap orang, (2) unsur dengan sengaja dan tanpa hak, dan (3) unsur mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan atau Dokumen Elektronik. Sementara Pasal 28 ayat (2) memiliki tiga unsur yang patut dicermati yaitu (1) unsur setiap orang, (2) unsur dengan sengaja dan tanpa hak, dan (3) unsur menyebarkan informasi. Untuk bloger dari ketiga ketentuan ini unsur ketigalah yang paling menentukan, karena bloger sudah dapat dipastikan melakukan perbuatan pidana yang sangat sempurna yaitu (sudah pasti dengan sengaja) menyebarkan, mendistribusikan, mentransmisikan, dan membuat dapat diakses. Sungguh sempurnalah jerat hukum untuk Bloger Indonesia. Unsur ketiga inilah yang paling karet, tidak hanya menampilkan saja sebuah informasi, tetapi juga termasuk memberikan taut ke sebuah situs, merupakan ranah yang dapat dijamah oleh unsur ketiga ini.

Ketiga ketentuan dalam UU ITE ini jelas bertentangan dengan Pasal 28 E ayat (2), ayat (3), dan Pasal 28 F UUD 1945 yang mensyaratkan adanya perlindungan bagi kemerdekaan menyatakan pendapat dan kebebasan berekspresi di Indonesia. UU ITE ini jauh dari keinginan pemerintah membatasi akses pornografi akan tetapi secara lebih jauh berusaha untuk membatasi kegiatan masyarakat untuk melakukan 5 M yaitu mencari, menerima mengolah, mengelola, dan menyalurkan informasi.

Untuk itu, para bloger Indonesia, waspadalah pada bahaya ini. Cepat atau lambat, bahaya ini akan mengancam hak anda. Langkah apa yang harus dilakukan tak lain dan tak bukan mengajukan permohonan ke MK agar ketiga ketentuan ini dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945.


Selasa, 10 Maret 2009

Awal Karir Chelsea di Premier League

Debut Chelsea Di Premier League

Chelsea dibentuk pada 14 Maret 1905 di pub Rising Sun (sekarang bernama The Butcher’s Hook) dan tidak beberapa kemudian langsung bergabung dengan Football League. Tahun-tahun pertama dilalui tanpa ada prestasi yang benar-benar menonjol, hanya pada tahun 1915 mereka bisa mencapai final piala FA namun kalah dari Sheffield United. Chelsea mulai mendapatkan perhatian publik tatkala mereka mulai mendatangkan beberapa pemain terkenal, tetapi walaupun demikian prestasi mereka belumlah datang juga.


Chelsea First Crest Chelsea Second Crest Chelsea Third Crest

Mantan striker tim nasional Inggris, Ted Drake, kemudian menjadi manajer pada tahun 1952. Ia benar-benar merombak dan memodernisasi klub London itu, seperti memajukan sistem pembinaan pemain muda, membangun tim utama yang tangguh bahkan mengganti logo klub lama yang berlambang ‘Chelsea Pensioner’ (gambar pensiunan tentara Chelsea). Prestasi klub pun mulai nampak, Chelsea menjuarai liga Inggris pada musim 1954-1955. Saat itu federasi sepakbola eropa (UEFA) sudah mulai merencanakan untuk menggelar sebuah kompetisi klub Eropa bernama ‘European Champions Cup’, namun pihak Inggris khususnya FA dan Football League menolak berpartisipasi, ini membuat Chelsea harus mundur sebelum mulainya kompetisi antar klub Eropa tersebut.

Era 60an

Dekade tahun 60-an adalah tahun-tahun dimana talenta pemain-pemain muda Chelsea berkembang dibawah pelatih Tommy Docherty. Mereka termasuk kurang beruntung di saat-saat akhir tiap kompetisi dan turnamen yang diikutinya. Pada musim 1964-1965 mereka hampir saja menyabet gelar treble yaitu di liga Inggris, piala FA dan piala Liga, namun semuanya berujung hanya gelar juara piala Liga. Tahun 1967 mereka juga gagal di final piala FA. Baru pada tahun 1970 mereka berhasil menjuarai piala FA dengan menundukkan Leeds United di final 2-1. Tahun berikutnya mereka pun menyabet gelar Eropanya yang pertama, piala Winners, dengan mengalahkan Real Madrid di final.

Dekade 70-80an

Pada akhir dekade 70an sampai awal 1980 adalah tahun-tahun bergejolak Chelsea, kondisi keuangan klub tidak stabil dan mempengaruhi proyek peremajaan stadion Stamford Bridge. Pemain-pemain bintang dijual dan akhirnya berujung pada terdegradasinya Chelsea dari divisi utama. Masalah diperparah lagi oleh ulah pendukungnya yang suka membuat kerusuhan membuat awal dekade 1980an menjadi saat-saat suram klub. Ken Bates datang untuk membeli klub dengan harga nominal £1, pada saat itu stadion Stamford Bridge telah dijual ke sebuah developer properti dan Chelsea terancam tidak mempunyai ‘rumah’. Chelsea pun terdegradasi lagi sampai ke divisi 3, divisi yang terendah selama sejarahnya. Tahun 1983 dibawah manager John Neal, Chelsea berhasil menjuarai divisi 2 dan promosi ke divisi utama. 4 tahun di divisi utama, mereka terdegradasi lagi pada tahun 1988. Hanya semusim di divisi 2, mereka promosi lagi ke divisi utama setelah menjuarai divisi 2 tahun itu (1989).

Dekade 90an sampai awal 2000an

Tahun 1992, setelah melalui perjuangan berat, pemilik Chelsea Ken Bates (inset) berhasil mendapatkan kembali stadion Stamford Bridge dengan membuat perjanjian dengan pihak bank (saat itu pihak developer properti pemilik Stamford Bridge telah bangkrut). Prestasi Chelsea sendiri di divisi utama (sudah bernama Premier League) tidaklah istimewa, hanya di turnamen piala FA mereka berhasil masuk final pada tahun 1994. Setelah diangkatnya pemain legendaris Belanda, Ruud Gullit, menjadi pemain-manager, ChelseaChelsea menjuarai piala FA tahun 1997 dan di liga pun mereka sudah menunjukkan diri sebagai klub papan atas di liga Inggris. Kemudian Gianluca Vialli menggantikan Gullit dan membawa Chelsea menjuarai piala liga, piala Winners tahun 1988 serta piala FA tahun 2000. Vialli juga membawa Chelsea sampai ke perempat final Liga Champions Eropa tahun 2000. Claudio Ranieri kemudian menggantikan rekan senegaranya, Vialli, sebagai manager Chelsea dan membawa Chelsea ke final piala FA tahun 2002. barulah mulai mengangkat namanya kembali. Gullit mendatangkan pemain-pemain terkenal seperti Roberto Di Mateo,dan yang terutama adalah Gianfranco Zola, playmaker Italia yang jenius.

Datangnya Abramovich

Pada Juni 2003, Ken Bates menjual Chelsea kepada seorang biliuner Rusia bernama Roman Abramovich seharga 140 juta pounsterling. Itu adalah rekor penjualan klub Ingrris termahal sepanjang sejarah saat itu. Karena Abramovich pula media Inggris kemudian menjuluki klub sebagai ‘Chelski’, kata yang langsung menjadi populer di publik. Abramovich langsung bergerak cepat dengan ‘membajak’ general manager Manchester United, Peter Kenyon, ke Chelsea. Kenyon adalah salah satu faktor kesuksesan Manchester United menjadi klub terkaya di dunia dan di Chelsea ia menempati posisi sebagai tangan kanan Abramovich untuk mengelola klub.

Dana pun digelontorkan besar-besaran, tidak kurang dari 100 juta poundsterling dikeluarkan hanya untuk membeli pemain bintang. Tetapi Ranieri tetap tidak membawakan prestasi ke Chelsea pada musim pertama Abramovich. Setelah melihat bahwa Ranieri sulit membawa Chelsea sesuai ambisi Abramovich yang besar, manager Italia tersebut kemudian dipecat dan didatangkanlah Jose Mourinho dari klub juara eropa, FC Porto. Pilihan Kenyon tidaklah salah, Jose Mourinho adalah sosok seorang manager yang sangat taktis dan bertangan dingin. Di musim pertamanya Mourinho langsung membawa ChelseaChelsea, apalagi tahun 2005 adalah genap 100 tahun umur Chelsea. Klub London itu juga menjadi klub yang memenangi partai terbanyak dan paling sedikit kebobolan. Pada tahun tersebut Chelsea juga masuk semi final Liga Champions. menjadi juara liga Inggris dan piala Liga. Walaupun dengan dukungan dana yang begitu kuat, seorang manager tetaplah sulit sekali bisa membawa klubnya untuk menjuarai liga Inggris yang ketat di musim pertamanya. Musim itu begitu sensasional bagi Mourinho dan

Lampard, Mourinho, TerryTahun berikutnya, 2006, Chelsea kembali menjadi juara liga, klub London pertama setelah Arsenal 1933-1934 yang bisa menjuarai liga Inggris 2 tahun berturut-turut. Tahun 2007 Chelsea menjuarai piala FA dan piala Liga namun hanya menjadi runner-up liga dibawah Manchester United. Mulailah adanya isu pertengkaran Mourinho dan Abramovich yang memuncak di September 2007 dimana Mourinho meletakkan jabatannya sebagai manager. Direktur sepakbola Chelsea asal Israel, Avram Grant, kemudian menggantikannya. Grant membawa Chelsea sebagai runner-up liga, runner-up piala Liga dan runner-up Liga Champions eropa (kalah adu penalti melawan Manchester United). Tidaklah terlalu buruk sesungguhnya, namun bagi Abramovich yang mempunyai ambisi segunung itu tidaklah cukup sehingga Grant dipecat dan digantikan oleh pelatih Brazil, Luis Felipe Scolari, yang akrab dipanggil Felipao sebagai manager Chelsea yang baru sejak 1 Juli 2008.

Klub berjuluk The Blues ini menjadi salah satu contoh sukses diPremier League. Pada era 1990-an, Chelsea menyeruak masuk ke papan atasPremier League tidak lepas dari pengembangan radikal dari bekaspemiliknya Ken Bates. Sejarah sebagai klub langganan papan tengah coba dihapus dengan masuknya Ruud Gullit pada musim 1996.Inilah eraawal kebangkitan The Blues dengan gaya Gullit yang dikenal bernama”Sexy Football”. Pemain legendaris Belanda yang flamboyan itu menarikbeberapa pemain top dunia ke Stamford Bridge seperti Roberto di Matteodan Gianfranco Zola. Hasilnya, musim 1997 mereka menembus peringkat keenam di Premier League dan menjadi juara Piala FA.Setelahkepergian Gullit, datang Gianluca Vialli yang membawa Chelsea merebut Piala Winners dan Piala Liga. Nama besar terus berdatangan termasukMarcell Dessaily dan Didier Deschamps. Babak baru kejayaan Chelseadimulai setelah masuknya miliuner asal Rusia Roman Abramovich yang menyuntikkan dana triliunan rupiah untuk menjadikan Chelsea sebagai kekuatan besar di Eropa.Jose Mourinho dipercaya Abramovich menuntun Chelsea sebagai football powerhouse di Benua Biru. Nama besarberurutan datang seperti Didier Drogba, Arjen Robben, dan JoCole. Belum terhitung Andriy Shevchenko atau Miichael Ballack. Gelar pertamaera Mourinho dicapai musim 2005 yaitu juara Piala Liga. Gelar PremierLeague juga terengkuh pada musim 2004/2005.Gelar ini dipertahankan musim berikutnya meskipun berhasil direbut Manchester United musim 2006/2007.

(Sebagian dikutip dari www.wikipedia.com dan super BPL )